Ikon untuk calon romo - Kerahiman Ilahi dan Paus Fabianus

 


Dua hari yang lalu, saya bertemu dengan seorang Frater yang sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di paroki terdekat. I actually have noticed him sejak pertama kali kemunculannya di paroki ini, 'cause he looks not so far older than me, which leads to another realisation than i'm not as young as i thought i am. Hahaha. Benar saja, ketika dua hari yang lalu saya bertemu dengannya, sesudah mengikuti Liturgi Ilahi harian, saya bertemu dengannya dan dia juga berpikiran yang sama! Turned out, kita hanya two years apart. Geez, teman-teman seusiaku ternyata sudah ada yang mau menerima martabat imamat. Rasanya baru kemarin saya dengan tas sekolah masuk ke sekretariat gereja di Manado mengungkapkan keinginan saya untuk masuk Katolik. 

Anyway, saya akhirnya mengetahui bahwa beliau menyandang nama Santo Fabianus, Paus Roma dan martir, dan memiliki devosi juga terhadap Kerahiman Ilahi. Saat saya mau membuat sketsa ikon ini, saya berpikir berulang-ulang, bagaimana saya mengkombinasikan dua devosi itu? Awalnya, saya membuat sketsa Bapa Fabianus menggenggam panji atau ikon Kerahiman Ilahi. Namun, ketika saya mencoba untuk bermeditasi di depannya, saya tidak menemukan konsentrasi yang cukup. Kemudian saya teringat bahwa belum lama juga, saya sempat membuat desain Doa Intensi Paus untuk halaman instagram saya, Novena Harian. Di dalam desain itu, saya menggunakan Line Art Paus Pius yang sedang berlutut dalam doa dengan tiaranya diletakkan di lantai. Dengan berangkat dari ide itu, saya meletakkan ikon Kerahiman Ilahi di depan Paus Pius yang saya ganti menjadi Paus Fabianus. 

Dalam ikon ini Tuhan kita memandang kepada Sang Santo ke arah kanan. Arah yang baik, dan secara tradisional merupakan tempat laki-laki berdiri (perempuan berdiri di sebelah kiri). Tangan kanan-Nya terangkat dalam gestur monogram nama-Nya (IC-XC). Tangan kiri seperti dalam lukisan asli, menunjuk ke dalam hati-Nya, meskipun gestur ini terhitung agak clumsy dalam ikonografi. Biasanya tangan kiri Tuhan kita membawa Injil, atau gulungan. Not a big deal. 

Jubahnya berwarna putih, bukan hal yang asing dalam ikon-ikon peristiwa penampakkan kemuliaan Tuhan. Kedua sinar Kristus yang memancar dari dalam hati-Nya agak tricky untuk dibuat. Sinar yang sebelah kanan berwarna merah mewakili darah. Sementara yang sebelah kiri, yang mewakili air, saya agak bingung untuk meletakkan warna biru atau warna putih. Sesudah mengambil referensi pada lukisan asli, saya memutuskan untuk memberi warna biru, namun dengan highlight yellow ochre terang. Highlight untuk darah jauh lebih pelik. Merah jika ditambahi putih akan berubah menjadi pink, and that's not the colour we want to have. Seketika, saya terpikirkan untuk memberikan highlight yang sama kepadanya dengan highlight yang saya berikan kepada sinar yang mewakili air. Demikianlah tampak efek sinar yang tidak begitu menyalahi model ikonografi tradisional. 

Jubah yang digunakan Bapa Fabianus adalah yang biasa kita lihat digunakan imam pada adorasi sakramen mahakudus. Saya lupa namanya. Tadinya saya hendak membuatnya menjadi warna putih juga, agar jangan warnanya overpower warna jubah Tuhan kita. Tetapi, saya akhirnya berpikir bahwa merah tetap akan membuat figur Tuhan kita menonjol, lagipula cocok dengan gelar martir yang disandang Bapa Fabianus. Kemudian saya juga menambahkan potongan relikwi dari Santo Fabianus "Ex-Indumentis" yang saya miliki ke bagian jubah Sang Santo. Kebetulan sekali, relikwi itu adalah dari kain yang berwarna merah juga. 

Di depan Bapa Fabianus terletak tiaranya yang merupakan lambang kepemerintahan Paus atas Gereja dan Negara, atas Roh dan Dunia. Sebuah tanda penghormatan di depan Kristus, yang juga dianjurkan Rasul Paulus dalam Korintus 11, adalah bagi laki-laki untuk menanggalkan penutup kepala ketika berada di depan Allah. 

Saya sangat senang membuat ikon ini, karena selain merupakan aransemen yang baru yang dibuat khusus, saya juga teringat bahwa tanggal 20 nanti, sebentar lagi, adalah Perayaan Santo Fabianus. Hal itulah yang membuat ikon ini dapat selesai dengan cepat, berkat pertolongan rahmat Allah dan doa-doa dari Santo Fabianus. 

Postingan populer dari blog ini

Ikon-ikon di Kapel St. Fransiskus dari Assisi, Taman Anggrek, Jakarta Barat

Ikon Pemberitaan Injil Kerajaan Allah

Ikon Natal