Pada tahun 2023, saya membuat sepasang ikon dengan warna yang sama. Yang satu adalah ikon Bapa Nikolaus, karena banyaknya pemberiannya kepada saya, penolong ketika saya sangat membutuhkan uang, dan yang kedua adalah ikon Martir Fanurios, yang banyak kali menolong saya saat saya kehilangan barang.
Ikon Bapa Nikolaus dari Myra. Hijau dan merah yang merupakan warna khas Natal, juga seiras dengan ikon St. Dimitry.

Ikon Martir Agung Fanurios yang menggenggam lilin di tangan kanannya. Aslinya merupakan simbol seorang pembuka jalan, sama seperti dalam perarakan liturgis, pembawa lilin selalu berjalan yang paling depan, melambangkan St. Yohanes Sang Perintis Jalan dan Pembaptis. Atau bisa juga karena Fanurios terkenal dengan ikonnya yang ditemukan beberapa abad yang lalu, sehingga dia dijuluki sebagai orang kudus yang baru ditemukan, bagaikan lilin yang tiba-tiba menyala. Atau, bagi saya, dia memegang lilin, bagaikan orang pada masa kini memegang senter untuk mencari barang hilang.
Mereka berdiri di atas sebuah daratan berwarna lapis lazuli, simbol surga.
Ikon ini dibuat di atas kayu dengan linen, dengan cat akrilik, kecuali untuk wajah, dengan cat telur tempera.